jam

Selasa, 14 Desember 2021

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU VIA THEKELAN 2021

 Hari itu minggu 10 oktober 2021.

Saya dan ketiga teman saya mulai bersiap - siap berangkat menuju basecamp Thekelan yang berlokasi di kopeng, kab. Semarang. Sekitar pukul 21.00 WIB kita semua berangkat menggunakan mobil yang berisikan 4 orang...

Setelah 1 jam perjalanan akhirnya sampai di basecamp Thekelan juga dilanjutkan dengan kami semua turun dari mobil dan istirahat di basecamp tersebut.


Senin, 11 oktober 2021 pagi sekitar pukul 09.00 WIB saya dan ketiga teman saya mulai bersiap dan juga sarapan, lalu lanjut melakukan registrasi di basecamp agar bisa segera melakukan pendakian.

Oh iya, total HTM per/orang yaitu Rp.28.000 (Rp.20.000 untuk harga tiket taman nasional Rp.6.000 asuransi dan Rp.2.000 tiket basecamp thekelan.

Setelah semua persiapan selesai saya dan teman - teman mulai bergegas dan berjalan pelan menuju jalur pendakian. Jalur pendakian pertama adalah rumah warga sejauh kurang lebih 500 - 700 meter lalu dilanjutkan dengan ladang warga yg sejauh kurang lebih 800 meter.
Setelah melewati ladang warga jalur mulai tertutup pohon - pohon yang lumayan rapat vegetasinya, untuk sampai pos 1 sepertinya masih bisa dilewati kendaraan bermotor, karna jalur khusus pendaki dan jalur khusus kendaraan bermotor di pisah dan sendiri - sendiri.

Setelah berjalan cukup lama dan jauh dijalur yang cukup landai dan di dominasi dengan tanah dan sekitar 1 jam setengah berjalan akhirnya sampai di pos 1 yaitu; 
                              (POS 1 PENDING)

Setelah sampai di pos 1, sekitar pukul 10.08 WIB saya dan teman saya istirahat sejenak sekitar 10 menit istirahat sambil foto² untuk mengabadikan moment.
Lalu, saya dan teman saya kembali bergegas jalan menuju pos 2. Jalan dari pos 1 - pos 2 ini masih sama cenderung landai dan santai namun kesan menyusuri hutan masih sangat terasa..

Di sekitar jalur pendakian masih banyak pohon manding dan juga kasia yang tumbuh subur disekitar.
Di jalur Thekelan ini kaya sekali akan air loh, mulai dari basecamp - helipad ada mata airnya loh. Jadi kalian tidak usah takut kehabisan air di jalur pendakian gaes.

Naah....
Setelah berjalan dengan medan yang mulai naik tapi masih dapat bonus di trek menuju pos 2 kalian masih cenderung akan melewati hutan yang masih cukup rapat, perjalanan sekitar 1 jam setengah juga kalian akan sampai juga di pos dua yaitu;
                          (POS 2, PERENG PUTIH)

Di pereng putih ini gaes, saya dan teman - teman saya istirahat cukup lama gaes. Karna sampai disini sudah siang kami semua memutuskan untuk sekalian sholat dzuhur dan juga buka bekal disini...

Hampir sekitar 1 jam an kita semua berhenti di pos 2 ini karna disini juga kebanyakan team istirahat entah itu naik ataupun yang turun menuju basecamp.
Setelah cukup lama sekali beristirahat saya dan teman - teman memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan menuju pos 3.

Oh iya gaes, saya cukup lama sekali tidak naik gunung merbabu via Thekelan ini terakhir naik via thekelan di tahun 2018 - 2019 san dan info dari petugas basecamp yang saya dan teman saya tanyakan katanya ada perubahan jalur mulai dr pos 2 menuju pos 3 ini gaes..
Jadi disini saya sekalian riview jalur thekelan yang paling baru ya gaes...

Nah...
Dari pos 2 pereng putih jalur mulai nanjak gak ada ampun nih, tapi jalur yang di lewati zig - zag ya benar kita dibawa menuju ke atas bukit pereng putih bukan lagi berjalan mlipir ke arah tebing sebelah tapi sekarang kita harus menaiki bukit tersebut..
                            (Jalur menuju pos 3)

                      (Di bawah adalah pos 2)


Nah...
Setelah perjalanan dengan trek yang zig - zag dan menanjak kita akan mulai di suguhkan dengan view gunung telomoyo & gunung andong yang berada di sisi utara dan juga barat gunung merbabu ini gaes..

Jadi yang dulunya view merbabu via thekelan ini hanya bisa lihat gunung andong & telomoyo dari pos 2 saja kini jalur baru tersebut bisa melihat dengan jelas dari pos 2 sampai pos 3 dan dari watu gubug sampai puncak menara (puncak watu tatah).

                    (View dari jalur menuju pos 3)

Nah..
Di sepanjang perjalanan menuju pos 3 kita akan melewati beberapa pos bayangan, mulai dari "Cemoro tunggal" lalu setelah itu "Sabarnak 1"  di lanjut lagi "Sabarnak 2" dan barulah kita akan sampai di pos 3.

Jarak dari pos bayangan tersebut sekitar 30 menit sampai 45 menit setiap pos bayangan. Dan pos bayangan hanya di tandai dengan plang saja dan sedikit area istirahat.
                       (Pos 3 Gumuk menthul)

Saat itu saya dan teman - teman saya sampai di pos 3 sekitar pukul 15.00 WIB dan kita semua hanya mampir untuk istirahat sebentar lalu melanjutkan perjalanan menuju pos 4 yang jarak dari pos 3 hanya sekitar 30 menit an saja..
Jalur dari pos 3 menuju pos 4 ini terbilang enak dan banyak sekali bonus, karna jalur menuju pos 4 lempong sampan itu di dominasi dengan jalur yang landai sekali dan juga dekat.

Oh iya guys, camp area terluas tersedia di pos 3 dan juga di pos 4 tapi paling luas berada di pos 3 (Gumuk menthul) ya.
Karna di pos 3 ini memiliki 2 titik camparea dan area terdebut berada di punggungan yg bersabana cukup luas dan nyaman serta banyak pohon² besar yang menutupi area tersebut dari angin atau badai..

Begitupun dengan pos 4 (Lempong sampan), area ini juga cukup luas untuk dijadikan camp area dan bisa menampung tenda lebih dari 10 tenda.
Hanya saja area pos 4 ini lebih terbuka dan pos 3 dan jarak dari pos 4 menuju puncak watu gubug dan puncak watu tatah sudah sangat dekat.

                      (POS 4 Lempong sampan)

Begitulah suasana pos 4, waktu itu saya sampai pos 4 sekitar pukul 16.00 atau 16.30 WIB han karna saya dan teman - teman cukup lama istirahat di pos 3 juga meskipun tidak selama seperti di pos 2 tadi...

Tapi di pos 4 ini saya tidak beristirahat dan langsung berjalan melewati pos 4 tersebut karna sudah sore dan saya harus segera sampai di puncak watu tatah atau puncak menara sebelum pukul 18.00 WIB.
dan benar saja mulai dari pos 4 - watu gubug saya dan teman - teman saya mulai jalan cepat dan sekitar pukul 16.48 WIB saya sampai di puncak watu gubug.

Setelah sampai di puncak watu gubug saya dan teman - teman begitu saja berlalu dan lanjut melewati jalur air untuk bisa sampai di puncak menara sekitar 1 jam hingga 2 jam menyisir jalur yang cukup menguras tenaga saya dan teman - teman akhirnya sampai di puncak watu tatah atau puncak menara sekitar pukul 17.29 WIB dan kita semua memutuskan untuk camp disini.

Karna sudah malas jalan malam akhirnya kita semua deal camp di area tersebut.
Oh iya guys, di puncak watu tatah sendiri lumayan tersedia camp area tapi tidak begitu banyak dan juga area tersebut terlalu terbuka jadi lumayan kurang aman jika terjadi badai yang cukup besar. 

             (Suasana malam di puncak menara)


Dan setelah memilih lokasi yang pas dan nyaman untuk istirahat saya dan teman - teman mulai mendirikan tenda.
Sekitar pukul 19.00 WIB tenda telah berdiri dan saya mulai memasak makanan dan minuman untuk menghangatkan badan..

Dan sekitar pukul 23.00 WIB semua teman saya mulai terlelap satu persatu, karna besok kita semua berencana summit..
Yah, meskipun jarak dari puncak watu tatah menuju puncak kenteng songo itu lumayan jauh sekitar setengah perjalanan lagi tapi tetap saja pengen melanjutkan perjalanan wkwkwk...


Pagi pun tiba sunrise dari timur mulai terlihat saya dan teman - teman mulai bangun dan membuat sarapan lalu buang air besar dan bergegas untuk mulai summit menuju ke puncak utama.
                       (Jalur menuju pos helipad)

Yups, itu adalah foto dibawah puncak watu tatah atau puncak menara. Saya dan teman - teman mulai summit sekitar pukul 08.00 WIB...
                              (Batas kabupaten)

Sepanjang jalan menuju puncak kenteng songo saya di suguhkan pemandangan yang luar biasa indah...
View di sebelah timur terlihat jelas gunung lawu di sisi sebelah barat terlihat jelas gunung sindoro & sumbing.

Tidak cuman itu, di bawah juga terlihat indahnya gunung andong, telomoyo dan juga gunung ungaran...
Cukup menguras tenaga jalur menuju helipad setelah cukup lama sekitar kurang lebih 2 jam perjalanan, akhirnya sekitar pukul 10.38 WIB kita semua sampai di puncak syarif...

Puncak syarif ini termasuk dalam puncak tertingginya gunung merbabu loh guys..
Puncak syarif berketinggian sekitar 3137 mdpl lebih rendah dari puncak kenteng songo & puncak trianggulasi.
Tapi view dari puncak syarif ini lebih indah dan tidak kalah indah dari puncak kenteng songo dan juga puncak trianggulasi...
Eh iya guys...
Disini juga saya dan 1 teman saya berpisah dan teman saya pamit mau turun munuju ke camp area karna lelah katanya tapi disini juga jalur yang dinanti nantikan juga akan terasa yaitu jembatan setan..

Tidak panjang hanya 3 sampai 5 meter saja tapi kita harus mlipir karna bawah adalah jurang.
Dan sebelum sampai puncak kenteng songo kita harus naik tebing menggunakan tali agar bisa sampai puncak...
                   (Jembatan Setan merbabu)

Ini adalah penampakan jembatan setan gunung merbabu dari sisi sebelah utara.
Dan kalian hanya bisa menikmati jembatan tersebut hanya dari jalur Thekelan, Chuntel dan juga jalur Wekas...

Selain jalur tersebut kalian tidak akan melewatinya..
Kalian bisa melewati jalur tersebut jika kalian ingin menuju puncak syarif ya guys kalau dari jalur suwanting maupun selo.
 Yah setelah perjalanan yang cukup panjang akhirnya sampai di puncak pukul 12.00 WIB.

TERIMA KASIH...
SALAM LESTARI...


Kamis, 09 September 2021

PENDAKIAN MT.SINDORO 3153 MDPL (Via Ndoro Arum)

3153 mdpl via mdoro arum

 SORE itu tgl (23/08/2021), saya dan teman saya melanjutkan rencana yang hampir saja gaga. Setelah yakin saya segera membalas pesan wa teman saya untuk segera packing dan menuju ke kota wonosobo..

Sekitar pukul 19.27 WIB akhirnya teman saya sampai ke rumah saya dan kita berdua lanjut on the way menuju basecamp MT. Sindoro via ndoro arum. (Ds. Kayugiyang, Banaran, Wonosobo, Jawa tengah). Dari semarang - wonosobo saya naik motor melewati jalur alternatif di jl. Sumowono dan menembus kabut tebal hingga persimpangan arah kota temanggung...

Setelah sampai di kota temanggung saya beristirahat sejenak di pom bensin, tiba-tiba ada bapak² bertanya kepada saya dan teman saya..

"Bapak²: Mas, mau kemana???" (Tanya bpk itu sambil memakai jas hujan dan helm, karna posisi tembanggung gerimis dan berkabut tebal)

"Saya: Oh ini pak, saya mau naik gunung sindoro tapi lewat ndoro arum, ds. Kayugiyang pak". (Ucap saya)

"Bapak²: Oh, mau naik gunung sindoro ya mas... kog tidak lewat kledung saja? Kan lebih dekat".. (ucap bapak itu sambil tersenyum)

"Saya: Hehe... enggak pak soalnya kalau lewat kledung banyak syarat yang harus di lengkapi pak, sedangkan saya dan teman saya hanya membawa 1 syarat saja dari semarang".. (ucapku sambil tertawa kecil)

(Kemudian bapak² itu berkata) "Bapak²: Wah mas, kalau ke kayugiyang lumayan jauh lo muter kalau dari sini, jam segini saja mas baru sampai disini sampe kayugiyang ya bisa² jam 3 pagi mas wong jalurnya rusak dan jauh".. (ucap bapak itu sambil pamit katanya mau pulang ke arah wonosobo)

Lalu saya dan teman saya segera kembali bergegas dan melanjutkan perjalanan menuju basecamp tersebut, sebelum memulai perjalanan saya meminta teman saya untuk menghidupkan GMAPS karna saya tidak tahu arah menuju basecamp tersebut...

"Saya: Mas, tolong hidupin Gps ya soalnya takut nyasar kan kita gak tahu lokasi jelasnya basecamp". (Ucapku sambil mulai menaiki kendaran tersebut)

"Teman saya: Oke, siap... nanti kalau nyasar nanya warga atau orang sekitar juga to wis gampang". (Ucapnya begitu)

Lalu sayapun segera bergegas mengikuti arahan google maps... setelah melewati banyak sekali dusun dan juga perkebunan warga selama hampir 2 jam akhirnya kita berdua sampai di basecamp sekitar pukul 23.47 WIB..

Sampai akhirnya ada mas-mas pengelola basecamp nyamperin dan bertanya kepada kita berdua yg kebingungan mencari basecamp tersebut. Yaitu basecamp sindoro via ndoro arum, sesampainya di basecamp kita berdua di persilahkan masuk dan istirahat dan menyuruh untuk keesokan harinya melakukan registrasi..

(Basecamp Ndoro Arum, kayugiyang, Banaran)


Yups, memang begitu keinginan kita agar lebih santai melakukan perjalanan akhirnya setelah kita rehat dan selesai ngopi sejenak.. sekitar pukul 00.30 WIB kita berdua tidur dan istirahat agar besok tgl (24/08/2021) kita berdua bisa kembali fresh untuk melakukan pendakian di gunung sindoro via ndoro arum tersebut.

(24/08/2021) PAGI itu sekitar pukul 06.45 WIB saya dan teman saya bagun untuk cuci muka, lalu mencari sarapan dan juga perlengkapan untuk logistik yang akan dibawa ke atas.. Selama hampir 1 jam kita berdua mondar mandir beli ini itu untuk logistiknya saja, karna memang sengaja saya dan teman saya tidak mau membawa berat² dan agar bisa sedikit membantu roda perekonomian warga sekitar..

Oke... dan sekitar pukul 09.37 WIB saya dan teman saya selesai packing, lalu kita berdua segera ngojek menuju batas pendakian di pos 1. Sekitar kurang lebih 15 menitan akhirnya sekitar pukul 10.00 WIB saya dan teman saya akhirnya sampai di pos 1 (Yaitu: Ngarata)...

(Pos 1, Ngrata)


Kami berdua tidak istirahat terlalu lama karna kami berdua berencana bisa sampai di pos 3 atau 4 bayangan dan menderikan tenda sore hari agar bisa menikmati sunset diatas.. setelah itu kami berdua lanjut menuju pos bayangan setelah pos 1 (yaitu: Taman Ageng), disini tidak ada tempat untuk mendirikan tenda karna disini juga masih banyak hewan liar seperti: Bagas, Kijang, Jalak gading, dll..

Di Taman ageng ini kami berdua beristirahat sejenak sambil mengabadikan moment sedikit, setelah merasa cukup akhirnya kami berjalan kembali..

Pos bayangan (Taman Ageng)

Trek dari pos 1 - pos 2 itu cukup enak dan masih sering mendapatkan bonus di jalur.. makanya gak terlalu kelelahan selain jalan kita yang super santai kita juga memang tim siput jadi gak mau cepet² jalannya hehehee...

Setelah berjalan cukup lama dan lumayan menguras tenaga sekitar pukul 11.27 WIB saya dan teman saya sampai di jalur khasnya via ndoro arum nih(Yaitu: Jalur naga), segera saja saya dan teman saya melewati jalur tersebut.. dan waah sensasinya memang beda sekali... jadi saya harus melewati jalur yang lebar jalurnya hanya 1 meter sampai 2 meter saja dan sisi kiri - kanan jalur tersebut adalah jurang bertebing dengan kedalaman kurang lebih 10 sampai 20 meter dengan aliran air yang cukup bikin mati kalau jatuh...

Jalur Khas via ndoro arum (Jalur Naga)

Wah sekali kan?? Setelah cukup lama berjalan menyusuri jalur itu dengan sangat hati-hati saya dan teman saya akhirnya sampai di pos 2 sekitar pukul 13.00 WIB.

Dan teman saya mengajak untuk sejenak beristirahat sambil menikmati kopi hangat disini, okelah... sembari video call di pos 2 karna dari pos 2 - pos 4 itu pasti ada sinyal dan bisa online akhirnya saya dan teman saya iseng mencoba online di WA dan benar saja saya berhasil video call di WA dengan teman saya yg ada di rumah hahahaaa.. sampe akhirnya jiwa pamerku tumbuh  hahahaaa...

Pos 2 (Kayu sawa)

Selang sekitar 1 jam kita berdua istirahat, akhirnya kita berdua kembali bergegas membereskan perlengkapan dan munuju ke pos 3 bayangan. Setelah ngopi dan makan cemilan tenaga kembali terisi dan langsung saja kita di sambut oleh jalur yang nanjak gak di kasih ampun dong karna sepanjang 300 meter ada jalur yang bernama (TJ. Mrongkol) yang treknya masih tanah tapi dengan kemiringan yg cukup bikin kaki mrongkol..

Setelah itu baru kita di hadapkan dengan simpang jalur yaitu jalur lama & jalur baru yang bernama (Ambal 1000).

Jalur via ndoro arum (Ambal 1000)


Oh iya.. disini juga awal mula perasaan gaenak saya muncul tapi saya berusaha menepisnya agar tidak mengganggu pendakian saya nanti. Setelah berjalan cukup lama dengan jalur yang enak dengan kontur jalur yang naik landai-naik landai akhirnya sampai juga di pos 3 bayangan..

Di pos 3 bayangan ini lokasi camp area banyak sekali dan juga luas, disini juga masih banyak sekali burung jalak gading sekitar 100 ekor lebih saya melihat berseliweran terbang kesana kemari...

Sungguh sangat indah bisa melihat burung jalak gading itu, sebuah fauna yang jarang sekali terlihat banyak dan bergerombol, tapi di gunung sindoro ini saya bisa melihatnya langsung dengan mata kepala saya..

Oh iya, setelah sedikit menikmati fauna tersebut saya dan teman saya melanjutkan perjalanan menuju pos 3 dan untuk menuju pos ini jalur mulai miring dan terjal tanpa bonus dengan kontur jalur yang berbatu besar dan kuat. (Seperti jalur gunung ungaran)

Setelah cukup bersusah payah menaiki batu² an langkah demi langkah, akhirnya sekitar pukul 15.33 WIB saya dan teman saya sampai di pos 3 ini. Dan pos 3 ini sama seperti camp area mt. Ungaran bersemak² dengan batu yang besar di sampingnya. Eitss... tapi kalian tidak bisa mendirikan tenda disini karna itu posisi sempit kalau ramai, kalian wajib naik sedikit lagi untuk mencapai camp area pos 3 yang di tandai dengan plang tulisan pos 3 dan pohon yang dibawahnya ada bak penampungan air hujan.

Pos 3 via ndoro arum


Oh iya sobat amatiran, di gunung sindoro via ndoro arum ini tidak ada mata air loh ya disepanjang jalur pendakian. Jadi kalian wajib nambah logistik air agar tidak kekurangan air disini...

Pos 3 (Sunset camp)

Setelah sedikit naik menuju camp area pos 3 kami sejenak berfoto sambil mulai menikmati view sunset dari pos ini, tapi kami berdua ingin mendirikan tenda di pos 4 bayangan. Jadi kami berdua kembali berjalan naik sedikit lebih lama lagi.. sekitar pukul 16.13 WIB kami berdua kembali berjalan menuju pos 4 bayangan karna bisa dikatakan posisi camp terbagus ya disini kalau lagi cerah tak badai...

Tapi kalau badai lebih baik kalian mendirikan tenda di pos 3 bayangan ya guys, karna posisi pos 3 bayangan itu masih banyak sekali pohon besar dan tertutup jadi jika badai tenda kalian lebih aman karna tak terkena angin langsung...

Tapi kalau cuaca sedang bagus, cerah dan juga tidak badai kalian bisa mendirikan tenda di pos 4 bayangan/ pos 4 guys.

Tapi lebih nyaman di pos 4 bayangan karna kontur tanah tidak berbatu, sedangkan di pos 4 kontur tanahnya datar tapi banyak sekali batu² nya... oke, jadi kita berdua akhirnya sampai di pos 4 bayangan sekitar pukul 17.26 WIB. Dan pas!! Kita berdua berhenti dan segera mendirikan tenda di pos 4 bayangan ini.. selain karna kita mencari tempat yang nyaman kita juga ingin sekali menikmati sunset view nya sindoro via ndoro arum ini loh guys..

Dan benar saja, view sunsetnya sangat indah sekali kita bisa melihat dataran tinggi dieng dan kota wonosobo dengan kerlap kerlip lampu kotanya dan juga kita bisa sekali menikmati gagahnya gunung Slamet & gunung Ciremai.

Pos 4 bayangan (Camp area)


Camp area (pos 4 bayangan)

Gak cuma itu, saya dan teman saya juga menikmati indahnya samudra awan meski tidak tebal tapi setidaknya itu mengobati kerinduan ini...

Setelah puas menikmati sunset view saya dan teman saya masuk tenda untuk memasak dan makan malam. Padahal suasana di luar masih indah dengan milkway dan juga bulan purnama sehingga begitu menakjubkan... tapi kami sudah begitu kedinginan jadi ya harus segera masuk tenda dan mulai masak untuk makan malam, dengan menu nasi, tahu goreng dan juga mie goreng wkwk...

Setelah selesai kita berdua berkemas dan melanjutkan untuk tidur cepat karna saya ingin sekali summit pagi-pagi. TAPI.....

Ada suatu kejadian mistis yang terduga pada saat malam itu. Tepat sekitar pukul 22.15 WIB saya meminta ijin teman saya untuk mematikan lampu tenda saat itu dan teman saya mengatan iya.

"Saya: Mas, lampune tak pateni ya ben ngko esuk iso summit gasah?" (Ucapku saat itu sambil memakai sleping bag)

"Mas ponco: Yowes to" (ucapnya singkat karna sudah lelah dan mau tidur)

Setelah lampu saya matikan saya kembali tertidur dan menutup mata, 10 menit kemudian saya membuka mata dan tepat diatas kepala saya melihat tangan perempuan menempel di layer tenda dan tangan itu berwarna hitam dengan kuku panjang²..

Saya kaget karna melihatnya tiba², dengan reflek saya menyenggol teman saya dan berkata dengan sedikit keras. Hehee...

"Saya: Mas... kuwi kog ono tangan nempel ning layer tenda mas? Mas lampune mpakke ya" (ucapku sambik melihat tangan itu tak berkedip)

Dengan cepat dan reflek saya kembali menghidupkan lampu tenda dan tiba² tangan itu sudah tidak ada...

Baguslah kalau begitu ucapku dalam hati saat itu, eeh... selang 5 menit kemudian saya kembali mendengar suara kaki memutari tenda saya (dan yang mendengar hanya saya saja). Pikirku semakin panik ditambah tiba² layeer tenda saya itu di dorong dan bergerak seperti ingin masuk tapi tidak bisa dan paniklah saya melihat semua itu...

Tapi teman saya semakin ketakutan dan panik, karna melihat saya kebingungan dan takut karna tenda gerak² setelah teman saya menengkan diri akhirnya teman saya mencoba meyakinkan saya kalau itu hanyalah bagas. Saya dengan bodohnya percaya saja karna sampah diluar memang lupa tidak saya tutup karna memang saat itu juga ada suara kresek² seperti suara hewan yang sedang mendekat..

Akan tetapi anehnya setelah saya tertidur teman saya kembali mendengar suara ada yang menyiram pasir tepat diatas tenda kita berdua dan layer yang seperti di pegang dan di dorong diduduki itu tetap masih ada sampai pagi..

Sepanjang malam itu saya dan teman saya tidak bisa tidur nyenyak, dan setelah pukul 04.58 WIB suara dan gerakan itu tadi hilang tidak ada, dan saya lamgsung keluar untuk segera memastikan apakah benar itu hewan atau bukan dan benar saya dugaan saya.. itu bukan hewan karna sampah yang kebuka sejak tadi malam itu tetap utuh rapi dan tidak berantakan... hmmmmm.....

Saya tetap berusaha tenang dan tidak ingin berfikir macam² setelah itu saya segera mengajak teman saya untuk summit sekitar pukul 06.37 WIB dan kami mulai summit disepanjang jalan menuju pos 4 kami berdu kembali menikmati view dataran tinggi dieng dan juga tlaga menjer yang indah terlihat dari atas. Dan sebelum sampai di pos 4 teman saya mendengar suara orang berteriak sangat kencang..

"Mas ponco: Luk.... ono wong ning nduwur kyone soale mau aku krungu wong nyeluk i aku i.." (ucapnya begitu ke aku)

"Saya: Ramungkin lah mas, kan jare gak enek sing munggah lewat kene.." (ucapku asal sambil kembali berjalan)

(Pos 4) via ndoro arum


Dan setelah cukup lama sekali berjalan akhirnya saya dan teman saya sampai di pos 4 sekitar pukul 07.33 WIB, lalu saya sejenak mengabadikan moment dan lanjut berjalan menuju puncak..

Jalur yang dilalu mulai terjal dan cukup membuat mikir, terjal dan berbatu sampai saya harus memakai tali untuk menaiki tebing untuk menuju arah puncak dan setelah melewati jalur teesebut cukup lama dan lelah akhirnya saya dan teman saya sampai di jalur landai dan di depan terlihat makam dan petilasan. Lalu saya berjalan menuju makam tersebut karna hati saya tiba² tidak enak dan takut setelah saya mendokan saya kembali permisi dan pamit menuju puncak gunung sindoro via ndoro arum 3153 mdpl...

Petilasan di jalur menuju puncak 3153 Mdpl

Dan setelah puas mengabadikan moment saya dan teman saya menuju ke arah kawah untuk sedikit mengabadikan moment karna saya sampai di puncak sekitar pukul 09.45 WIB dan bau blerang sudah menyengat, ditambah hati saya tidak yakin untuk menyebrangi jalur untuk tersebut akhirnya saya mengurungkan niat untuk menuju puncak sindoro via kledung.

Puncak mt. Sindoro 3153 mdpl via Ndoro arum


Dan saya hanya mengajak teman saya berjalan mengajaknya untuk menuju plang puncak bansari saja..

Puncak Sindoro via Bansari

Oh iya waktu itu tgl (25/08/2021) diatas puncak sindoro dari semua jalur itu kosong tanpa ada pendaki satupun dari berbagai jalur.. padahal beberapa jalur pendakian sudah dibuka sejak 17 agustus kemarin hmmm, mungkin karna posisi weekday jadi ya begitulah...

(Kawah mt. Sindoro via ndoro arum)

Setelah puas keliling puncak saya dan teman saya segera turun dari puncak dan kembali menuju camp area lalu segera bergegas dan makan siang..

Dan sekitar pukul 11.45 WIB saya sampai di camp area selama kurang lebih 2 jam bergegas dan packing semuanya, akhirnya kita berdua turun menuju ke pos 1 lagi...

Yaa... sekitar 3 jam kami berdua turun  akhirnya sampai juga di batas ojeg sekitar pukul 16.15 WIB, dan kami segera menelpon pihak basecamp dan meminta ojeg datang untuk menjemput..

Sekitar pukul 16.24 WIB saya dan teman saya akhirnya sampai dengan selamat dan kami berdua  segera bergegas bersih² lalu sejenak ngopi untuk menghangatkan badan dan sedikit berbincang²..

Oh iya, waktu turun selama perjalanan dari pos 4 bayangan sampai jalur naga saya selalu melihat tepak sepatu baru padahal kata masnya tidak ada pendaki naik maupun turun...

Tapi yaudahlah pas saya nanya masnya ojeg dan basecamp mereka hanya diam tanpa memberi jawaban jelas, dan setelah saya memposting di grup FB ada beberapa orang asli desa banaran dan sekitar kampung tersebut berkata bahwa memang, jalur ndoro arum itu terkenal dengan jalur yg masih lumayan wingit..

Dan jalur tersebut masih termasuk dalam kawasan gunung arum yang masih wingit sekali kata warga sekitar. Tidak heran sih berarti memang benar adanya...

Tapi ya gpplah intinya dimanapun kita berada yang namanya gunung ya tempatnya makhluk dan pasti adaa, selama kita sopan pasti mereka juga akan sopan  kepada kita..

Pokoknya jalur dan view sindoro via ndoro arum menurutku pribadi, mantap, keren dan cepat... bisa jadi rekomendasi hanya saja lokasi basecamp yang masih cukup sulit untuk ditemukan tapi di gmaps sudah ada dan titik kordinat sesui/ akurat kog guys..

Jadi tenang dan jangan sungkan untuk bertanya ke warga sekitar pasti akan dijawab dengan senang hati kog guys..

Terima kasih!!!

Salam lestari...

#JejakAmatiran #EdelweissBackpacker #SKBackpacker #Mt.Sindoro3153MDPL


(Tititt kembali saya ajak di pendakian sindoro kali ini guys)
Dan dia sangat bahagia disepanjang perjalanan loh..

Minggu, 19 Januari 2020

PENDAKIAN GUNUNG LAWU VIA CEMORO KANDANG - CEMORO SEWU (LINTAS JALUR)

Team A-matir Huru Hara

Halo sobat amatiran, saya kembali lagi nih setelah sekiaan lama off dari tulisan ha ha ha.. sebenarnya bahanya sudah ada sih cuma gak niat aja gitu buat ngumpulin nyawanya hahaha maklum...
oke sekarang saya mulai bercerita saja ya, "Pendakian Gunung Lawu Lintas Jalur Cemoro sewu - kandang".

BAGIAN 1;
Jadi waktu itu saya dan senior saya alias (VETERAN GUNUNG) saya menyebutnya hahaha.. merencanakan Halal Bihalal Team A-angkatan pertama. karna beberapa team dari angkatan pertama ada yang absen akhirnya saya dan team angkatan pertama memutuskan untuk gabungin & tambahin team baru. yang saya sebut dengan nama "Team A-matir Huru Hara angkatan ke 2".
di team ini ada lumayan banyak makhluk konyol, sudah gak satu atau dua lagi ya tapi mayoritas makhluknya konyol semua hahaha... (skip).
setelah saya dan senior mencari tanggal & bulan yang pas saya memutuskan untuk oke fix dan yes.!!
dan acara ini saya sebut dengan reuni & Halal bihalal team a-matir waktu itu.

dan setelah semua deal akhirnya, lebaran H+5 kita semua berangkat dari kota semarang menuju ke kota tawangmangu & magetan (perbatasan jawa tengah & jawa timur).
kita semua memulai start pendakian di jalur cemoro kandang & turun di jalur cemoro sewu, disinilah semua cerita dimulai.

oh iya sory, saya belum mengenalkan teman-teman saya yang terdiri dari 10 orang termasuk saya. jadi diantara adalah:

Mbah Veteran (Wawan)
Budi
AFFA (Cebor)
Nanda
ALI
Candra
Bagus
Ilham
Ayu
.
Nah hari hak dimulai, pukul 07.00 WIB kita semua berkumpul di SPBU Lemah Abang, Ungaran, Central Java.
diawal pertemuan saya hanya mengenal beberapa orang dan team A saya yg dulu, sisanya saya benar-benar belum mengenal mereka, Ya walaupun tak dipungkiri team saya kali ini benar-benar humble bnget. cuman saya kurang nyaman jika tanpa team yang profesional jujur.

BAGIAN 2:

Jujur saat itu saya benar-benar merasa emosi karna disatu sisi, saya seperti mengikuti team yang gak jelas tanpa leader & navigasi, disatu sisi saya juga merasa ini team tidak dibentuk sedemikian rupa agar terasa aman jadi ini bisa dibilang pendakian yang sangat tidak saya suka selama saya naik gunung gunung.

kenapa begitu?? pasti kalian bertanya bukan? ah,sudahlah.. gimana saya gak emosi ketika saya sampai dilokasi meeting yang awal jalan team sudah mulai terpisah dan ketika sampai dititik meet up saya berusaha bertanya dan memastikan mau break untuk lanjut pagi atau terus jalan mereka semua seperti tidak memberikan jawaban, disini tertua tim dan leader maupun navigator tidak membri jawaban tegas. hanya duduk ngopi tanpa makan dishelter.
pikirku;

 "Ah, kenapa gak break sekalian sudah jam segini dirikan tenda istirahat kan enak nyaman".

tapi mereka berat untuk bergerak segera mendirikan tenda agar lebih nyaman istirahatnya, ahsudahlah disitu saya merasa kurang nyaman dan selama semalam kita semua kedinginan didalam shelter (ah shit bodoh).
untungnya kita semua dilindungi tanpa ada yang terkena sakit atau apapun itu, jujur saya waktu itu ditengah perjalanan menuju pos 5 sudah mulai oleng kepala pusing mau muntah tapi untung masih bisa ditangani oleh diri sendiri.
dan masih bisa terus melanjutkan perjalanan menuju lokasi kumpul, di pos 5 semua tim akhirnya kumpul jadi satu setelah itu kami semua sejenak istirahat, setelah istirahat kita semua memulai perjalanan kembali menuju puncak hargo dumilah.

perjalanan dari pos 5 sampai kepuncak hargo dumilah waktu itu kurang lebih 2 jam jalan santai, karna memang sudah hampir dekat dengan puncak saya sengaja berjalan santai.
disini saya dan teman saya memotong jalan, langsung mengambil jalan yang langsung ke arah puncak tidak melewati hargo dalem.
saya berjalan cukup lama dan kelelahan, dan ternyata diatas sudah ada dua orang yang sudah sampai duluan, yaitu: AFFA (Cebor) & Candra dan disusul dengan Budi dan dibelakangnya ada ALI setelah itu didepan saya ada Mbah Veteran (WAWAN) setelah itu baru saya.
disusul dibelakang saya ada 4 orang lagi. Yaitu: NANDA, AYU dan 2 orang lagi...

sampai dipuncak kita foto bersama dan makan buah semangka, cukup lama diatas sampai akhirnya pukul 10.30 WIB kita semua sepakat turun setelah sedikit mengisi perut yang dari pagi kosong.
kita mampir di hargo dalem sebentar dilanjut mampir ke warung mbok yem, tapi gak beli apalah daya karna saat itu semua makanannya sudah habis.
yasudah kita akhirnya turun dan cari warung lain, eits... disini kita turun lewat jalur cemoro sewu ya sobat, karna memang dari awal sudah sepakat untuk lintas jalur.

sebelum bergegas turun lewat jalur cemoro sewu kita semua mampir warung untuk makan dan istirahat sebentar, hingga akhirnya pukul 13.25 WIB kita semua turun dari atas menuju ke basecamp cemoro sewu.

BAGIAN 3;

Ya saat itu sudah mulai lelah, stamina sudah mulai down tapi mau tidak mau juga harus turun karna logistik sudah habis.
saya yang saat itu memang baru pertama kali melakukan pendakian lintas jalur, di lawu merasa sangat senang dan dapat banyak sekali pengalaman, di tambah saat itu berada disatu tim dengan orang-orang konyol dan bikin rusuh itu sesuatu sekali rasanya. dijalan hanya tertawa dan tertawa rasanya...

dan  dipos 4 atau pos 5 saat itu lupa saya melihat samudra awan yang bagus sekali tapi karna keterbatasan waktu akhirnya segera untuk turun dan bergegas...
turun saat itu butuh perjuangan yang lumayan berat, sebab dari atas sampai bawah (basecamp) saya dan team tidak break alias jalan terus.
lupa sih butuh waktu berapa jam saat itu, seingat saya sampai basecamp pukul 17.00 WIB saat itu cukup lama sekali karna kaki sudah benar benar lelah. sampai akhirnya gantian mandi dan menunggu team yang telat..
akhirnya kita cari makan dan bergegas jalan kembali menuju cemoro kandang pukul 19.00 WIB saat itu.

berjalan kaki dari basecamp cemoro sewu ke cemoro kandang butuh wktu kurang lebih 30 menit, setelah itu kita segera bergegas turun menuju semarang malam itu juga.

pesannya adalah:

"Tetaplah safety dalam melakukan segala aktifitas dimanapun, sebab kita tidak pernah tahu kapan kita terkena musibah. dan janganlah kalian meremehkan setiap gunung, karna gunung bukan untuk ditaklukan tapi taklukanlah hati kerasmu itu".

BAGIAN 4:

Sekarang saya hampir 1 tahun ini sengaja berhenti untuk melakukan aktifitas pendakian karna saya rasa saat ini saya butuh waktu untuk rehat sejenak ingin belajar lebih banyak lagi tentang alam tanpa harus merusaknya.
sebab saya tahu, saya bukan pecinta alam saya hanya penyuka alam yang saya takutkan ketika saya sering naik saya akan sering mengotori dan merusak alam tanpa sengaja maupun tidak sengaja.

jadi saya rasa dengan saya break sejenak dari dunia pendakian saya ikut meminimalisir perusakan alam. sekarang saya sedang lebih betah traveling atau explore kota-kota di indonesia dan memang sedang menikmati situasi itu.

cukup sekian cerita saya, kalau kurang detail mohon maaf sebesar besarnya...
Terima kasih buat kalian semua yang mau membaca dan semoga cerita ini bisa  memberikan pelajaran dan pengalaman yang baik untuk kalian semua dan juga saya.


#JejakAmatiran2020
Instagram: @Sahlulkhuluk
Twitter: @Sahlulkhuluk
Facebook: Sahlul khuluk




email: Sahlulkhulukk@gmail.com
karya by@Sahlulkhuluk #JejakAmatiran2020

Rabu, 26 Juni 2019

EXPLORE BALI

Explore Bali
Senin 22 April 2019, Iya saat itu pertama kali saya sang amatiran menjejakkan kaki di pulau dewata yang bisa dibilang pusat wisata yang sudah membumi didunia ...
kesan pertama saya ketika sampai disana adalah WOW its Amazing BALI Island.
kenapa begitu pasalnya kesan pertama ketika sampai disana adalah budaya bali itu takkan pernah luntur termakan oleh zaman, mulai dari seni budaya dan culture bali memang punya keunik an tersendiri bagi saya pribadi.

Oke,cukup saya tidak akan mengulang ulang kata itu...
hari pertama saya dan 2 orang teman saya berangkat dari Internasional Ahmad Yani Airport Semarang, sekitar pukul (13.00 WIB) saya dan 2 0rang teman saya menuju pulau Bali. perjalanan membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam untuk sampai bali, sesampainya dibali saya dan 2 orang teman saya langsung menuju pantai jimbaran untuk menikmati sunset.
tak butuh waktu lama sekitar 30 menit saya sampai di salah satu resto ditepi pantai yang ada dijimbaran dan segera menikmati sunset dipulau dewata ini...

"SUNSET JIMBARAN"



iya, saking menikmatinya susah untuk beranjak pergi ke hotel. akhirnya dengan sangat berat hati saya dan 2 orang teman saya pergi meninggalkan pantai pukul 18.10 waktu setempat...
tak butuh waktu lama cukup 15 menit akhirnya saya sampai di hotel juga, cukup dekat dengan pantai karna memang sengaja agar bisa segera istirahat karna keesokan harinya saya dan 2 orang teman saya akan lanjut pergi ke GWK (Garuda Wisnu Kencana) & Pantai padang-padang.

NOTE:
Sebenarnya saya bukan tipikal yang hobi liburan ke pantai seperti ini tapi entah kenapa dibali ini rasanya ingin sekali pergi ke pantai, bahkan ingin belajar budaya bali juga rasanya seperti ada sesuatu yang sangat istimewa dipulau ini.

sharing: "Saya sih biasanya menggunakan aplikasi online untuk memenejmen jadwal liburan saya jauh jauh hari. bukan tipikal yang 100% pemburu promo sih tapi, lebih suka karna terasa simple saja...
dulu pernah coba jadi budget traveler tapi nyatanya gak bisa dan trauma sih heheh...
gara-gara ada saja saat itu kejadian tak terduga dan mengharusakan untuk mengeluarkan uang simpenan alhasil bocor deh keungannya hahahaaa....

sekarang sudah gakmau asal lagi, pengen sih coba backpackeran tapi harus ada perhitungannya dulu baru mulai melangakah biar gak ada kejadian yg tak di inginkan kyag yang dulu-dulu gitu.

NEXT...
(H+1), pukul 08.00 waktu setempat saya dan 2 orang teman saya bergegas pergi menuju GWK, setelah sarapan pagi sebelumnya.
gak butuh waktu lama juga karna cukup 24 menit sudah sampai di GWK dan segera masuk sebelum kepanasab hahahaa...

GWK (Garuda Wisnu Kencana)

Tari pendet khas Bali

Setelah selesai nonton pertunjukkan di GWK saya dan 2 orang teman saya lanjut menuju ke  pantai Padang-padang, mau dikata apa terserah deh ya intinya ini sungguh trip yang menurutku berantakan sekali...
gimana gak berantakan coba semua terasa sangat membosankan padahal sudah direncanakan tiba-tiba bisa berubah seenaknya ya maklum sih bukan aku yang handel semua ini jadi parsah juga waktu itu selama 3 hari...

selesai dari GWK kita semua bergegas dan tak butuh waktu lama kita sudah sampai di pantai padang-padang, sungguh ini seperti bukan trip karna kurang jelas arah dan tujuannya kemana.

PANTAI PADANG-PADANG

Ini adalah foto panorama padang-padang beach, sudah ramai dari para bule bule tapi disisni suasana sangat damai dan tenang meski ramai...
tak ketinggalan harga tiket masuk pun murah loh teman teman. meski gak begitu panjang  bibir pantainya  namun disini banyak para bule yang sangat suka surfing...


ya beginilah suasana pantai yang satu ini...
setelah puas, kita pulang dan check out untuk pindah ke hotel selanjutnya yaitu ke daerah seminyak agak jauh sih butuh waktu satu jam dan seharusnya cari hotel dikawasan yang memang besok kita  mau kemana bukan beda arah gini, dari seminyak menuju ke bedugul lama sekali padahal sampai 2 jam aduh entah ya kurang tau yang ini...

cepat-cepat check out, lalu bergegas menuju tempat selanjutnya ...
sebenarnya saya malas sekali nulis tapi bagaimana ya, daripada sia-sia juga  gak di tuliskan ya padahal ini mood lagi naik turun kyag jalanan di ubud gitulah.
mau cepat-cepat kelarin tulisan ini rasanya hahahahhaa...

oke lanjut lagi, setelah berjalan cukup lama akhirnya kita mlipir sebentar untuk cari makan siang. setelah itu check in dan bersih bersih lalu istirahat, sore harinya jalan sekitar situ dan paginya menuju ke bedugul.
ke bedugul menuju ke pura ulundanu dan ke pura mengening disini banyak sekali drama sampe perang mulut untuk adu argumen sebel sih karna gak menikmati liburan yg sebenarnya disini...

gak banyak omong setelah sampai  di 2 pura itu akhirnya  mampir ke pasar sukowati dan pulang ke penginapan...
malamnya lelah tapi tetap dipaksa untuk jalan lelah yang pasti sekali lagi ini  trip yang tidak sesuai dengan diriku sebenarnya kurang puas juga ..

tapi ya mau bagaimana sudah terlanjur mau apalagi yakaan???


PURA ULUNDANU"BEDUGUL"

satu satu saja ya gambarnya soalnya lagi males upload banyak juga ini...

MIRIP DI UANG PECAHAN RP.50.000 

udah ya yang di pura ulundanu sekarang pindah ke pura mengening, sebelumnya saya minta maaf kalau tulisan ini terlalu singkat tapi intinya disini saya cuma ingin berbagi keindahan pulau dewata ...

PURA MENGENING BALI

cukup ya, untuk tiket masuk dipura ulundanu sendiri perorang dikenakan tarif RP.35.000 kurang lebih dan untuk di pura mengening kalian hanya perlu  bayar seikhlas kalian sobat.
cukup isi data diri kalian lalu masuk cukup sekian dan terima kasih.!!!!

selamat mengeksplor pulau yang penuh dengan keistimewaan ini see you...

SALAM LESTARI...
#JEJAKAMATIRAN


INSTAGRAM ON; @SAHLULKHULUK

Sabtu, 02 Februari 2019

EXPLORE JAKARTA SATU HARI

Explore Jakarta Satu Hari

Selamat pagi para pejalan amatiran yang berbahagia, pagi ini saya mau melanjutkan cerita pendek saya yang telah lama terhenti.

setelah sebelumnya selama 3 hari 2 malam Explore kota tegal & brebes akhirnya saya lanjut pergi pamit menuju ke arah barat (Jakarta). sebelumnya ucapkan mohon maaf jika saya punya salah atas tutur kata yang saya sampaikan ditulisan ini...
.
JAKARTA setelah trip panjang saya di kota tegal selesai saya berinisiatif melanjutkan perjalanan solo trip saya ke jakarta.
pagi itu; Dari kota tegal pukul 05.07 WIB naik kereta api, dan sampai jakarta pukul 09.28 WIB.
setelah sampai distasiun pasar senen saya keluar naik GO-J*K menuju ke arah Monas, seperti orang bodoh saya disana, gara-gara keberadaan loketnya yang ternyata berada disebrang monas dan dibawah tanah. setelah masuk dan beli card mambernya seharga Rp.35.000 saya langsung masuk dan berjalan menuju museum monas.
Didalam museum banyak sekali pelajaran dan pengetahuan yang bisa dipetik dan diambil hikmahnya. banyak pengalaman yang tak terlupakan tentunya...

Setelah keliling Monas sampai siang akhirnya saya memutuskan untuk check in ke hotel pukul 13.45 WIB. Sampai dihotel saya langsung check in dan membersihkan diri lanjut istirahat sebentar...
.
Setelah membersihkan diri karna seharian gak bau air dan badan rasanya pegel, akhirnya saya berinisiatif  umtuk pergi ke museum macan yang katanya baru dibuka itu.
Eeh,.. begoknya aku gak browsing dulu untuk cek lagi dan saya tidak tahu kalau museum itu baru dibuka untuk umum sekitar tgl 17 November 2018 kemarin.
setelah sampai dilokasi sana dan saya mirip dengan gembel yang duduk dipinggir jalan gitu sambil ngoowoh gak jelas gitu akhirnya saya order GO-J*K lagi mau tidak mau. setelah order akhirnya pergi cari makan buat isi perut biar kenyang.
.
KFC selalu menjadi pilihan tiap kali keluar ya mau tidak mau harus begitu mau bagaimana lagi coba. setelah makan dan cari cemilan untuk stok makan malam.hingga akkhirny jalan kaki menuju hotel... lalu istirahat.!!
....

Qoutes:

"Ada hal yang perlu diketahui setiap orang, bahwa setiap langkah kaki yang kau ayunkan untuk berbuat kebaikan sejatinya akan terasa indah".

Quotes by.@Sahlulkhuluk

"Setiap masalah yang terjadi dan kamu siap menghadapi dengan lapang percayalah, TUHAN sedang menguji seberapa sabar dirimu menghadapi untuk segera mendapatkan kebahagiaan".

Quotes by.@Sahlulkhuluk

Sampai keesokan harinya saya bertemu dengan teman saya dimonas untuk lanjut CFD di bundaran HI..
di bundaran HI saya dan teman saya sarapan pagi dengan seporsi nasi pecel Rp.18.500 belum termasuk minum. sambil menikmati suasana jakarta dikala ramai manusia dan kendaraan ditutup untuk acara CFD setiap minggunya.
setelah puas muter-muter dan bercapek-capek ria dibundaran HI, akhirnya saya diajak ke kota tua oleh teman saya dengan menggunakan KRL. baru merasakan yang namanya naik KRL dan harus transit stasiun untuk bisa sampai ke kota tua.
setelah sampai dikota tua saya langsung berfoto dan keliling kota tua. Panas dan saya hanya mengambil beberapa foto saja untuk diabadikan. lalu lanjut pergi menuju ke season city mall & apartemen.
.
Sebenarnya di jakarta sendiri tidak banyak cerita menarik, hanya saja menurut saya pribadi itu sangat spesial.
karna saya baru pertama kali melakukan perjalanan panjang ke jakarta tanpa patner.

Quotes:

"Dari situlah saya belajar sabar selow, dan terus berfikir positif untuk hal yang lebih baik lagi".

Quotes by.@Sahlulkhuluk

"Orang-orang mengira aku terlalu pencitraan untuk hal sekecil ini, tapi mereka tidak pernah tahu. ada hal yang lebih menyenangkan dan penuh pelajaran diluar sana tanpa harus menjatuhkan seseorang untuk mendapatkan kebahagiaan".

Quotes by.@Sahlulkhuluk

Setelah selesai berenang dan bersantai akhirnya saya pulang ke kos teman tepat pukul 18.30 WIB saya sampai di kos untuk numpang mandi dan makan malam.
setelah cetak tiket akhirnya cari makan untuk  terus masuk ke kereta dan segera pulang menuju Semarang kembali.
Kota tua Jakarta

Bundaran HI sama teman si kopet

Museum fatahilah kota tua jakarta


Sejujurnya masih pengen keliling Bandung bogor dan sekitarnya, tapi karna kondisi yang tidak memungkinkan saya harus pulang dan istirahat untuk suatu saat kembali melakukan perjalanan-perjalanan kecil saya.
Dan segera mewujudkan mimpi-mimpi saya yang tertunda Yaitu; menuju Seven summit Indonesia & Explore seluruh tanah Indonesia.

Amin....
.
#SALAMLESTARI
#BACKPACKERSEMARANG
#JEJAKAMATIRAN
#HOBIMBOLANG

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU VIA THEKELAN 2021

  Hari itu minggu 10 oktober 2021. Saya dan ketiga teman saya mulai bersiap - siap berangkat menuju basecamp Thekelan yang berlokasi di kope...