jam

Kamis, 09 September 2021

PENDAKIAN MT.SINDORO 3153 MDPL (Via Ndoro Arum)

3153 mdpl via mdoro arum

 SORE itu tgl (23/08/2021), saya dan teman saya melanjutkan rencana yang hampir saja gaga. Setelah yakin saya segera membalas pesan wa teman saya untuk segera packing dan menuju ke kota wonosobo..

Sekitar pukul 19.27 WIB akhirnya teman saya sampai ke rumah saya dan kita berdua lanjut on the way menuju basecamp MT. Sindoro via ndoro arum. (Ds. Kayugiyang, Banaran, Wonosobo, Jawa tengah). Dari semarang - wonosobo saya naik motor melewati jalur alternatif di jl. Sumowono dan menembus kabut tebal hingga persimpangan arah kota temanggung...

Setelah sampai di kota temanggung saya beristirahat sejenak di pom bensin, tiba-tiba ada bapak² bertanya kepada saya dan teman saya..

"Bapak²: Mas, mau kemana???" (Tanya bpk itu sambil memakai jas hujan dan helm, karna posisi tembanggung gerimis dan berkabut tebal)

"Saya: Oh ini pak, saya mau naik gunung sindoro tapi lewat ndoro arum, ds. Kayugiyang pak". (Ucap saya)

"Bapak²: Oh, mau naik gunung sindoro ya mas... kog tidak lewat kledung saja? Kan lebih dekat".. (ucap bapak itu sambil tersenyum)

"Saya: Hehe... enggak pak soalnya kalau lewat kledung banyak syarat yang harus di lengkapi pak, sedangkan saya dan teman saya hanya membawa 1 syarat saja dari semarang".. (ucapku sambil tertawa kecil)

(Kemudian bapak² itu berkata) "Bapak²: Wah mas, kalau ke kayugiyang lumayan jauh lo muter kalau dari sini, jam segini saja mas baru sampai disini sampe kayugiyang ya bisa² jam 3 pagi mas wong jalurnya rusak dan jauh".. (ucap bapak itu sambil pamit katanya mau pulang ke arah wonosobo)

Lalu saya dan teman saya segera kembali bergegas dan melanjutkan perjalanan menuju basecamp tersebut, sebelum memulai perjalanan saya meminta teman saya untuk menghidupkan GMAPS karna saya tidak tahu arah menuju basecamp tersebut...

"Saya: Mas, tolong hidupin Gps ya soalnya takut nyasar kan kita gak tahu lokasi jelasnya basecamp". (Ucapku sambil mulai menaiki kendaran tersebut)

"Teman saya: Oke, siap... nanti kalau nyasar nanya warga atau orang sekitar juga to wis gampang". (Ucapnya begitu)

Lalu sayapun segera bergegas mengikuti arahan google maps... setelah melewati banyak sekali dusun dan juga perkebunan warga selama hampir 2 jam akhirnya kita berdua sampai di basecamp sekitar pukul 23.47 WIB..

Sampai akhirnya ada mas-mas pengelola basecamp nyamperin dan bertanya kepada kita berdua yg kebingungan mencari basecamp tersebut. Yaitu basecamp sindoro via ndoro arum, sesampainya di basecamp kita berdua di persilahkan masuk dan istirahat dan menyuruh untuk keesokan harinya melakukan registrasi..

(Basecamp Ndoro Arum, kayugiyang, Banaran)


Yups, memang begitu keinginan kita agar lebih santai melakukan perjalanan akhirnya setelah kita rehat dan selesai ngopi sejenak.. sekitar pukul 00.30 WIB kita berdua tidur dan istirahat agar besok tgl (24/08/2021) kita berdua bisa kembali fresh untuk melakukan pendakian di gunung sindoro via ndoro arum tersebut.

(24/08/2021) PAGI itu sekitar pukul 06.45 WIB saya dan teman saya bagun untuk cuci muka, lalu mencari sarapan dan juga perlengkapan untuk logistik yang akan dibawa ke atas.. Selama hampir 1 jam kita berdua mondar mandir beli ini itu untuk logistiknya saja, karna memang sengaja saya dan teman saya tidak mau membawa berat² dan agar bisa sedikit membantu roda perekonomian warga sekitar..

Oke... dan sekitar pukul 09.37 WIB saya dan teman saya selesai packing, lalu kita berdua segera ngojek menuju batas pendakian di pos 1. Sekitar kurang lebih 15 menitan akhirnya sekitar pukul 10.00 WIB saya dan teman saya akhirnya sampai di pos 1 (Yaitu: Ngarata)...

(Pos 1, Ngrata)


Kami berdua tidak istirahat terlalu lama karna kami berdua berencana bisa sampai di pos 3 atau 4 bayangan dan menderikan tenda sore hari agar bisa menikmati sunset diatas.. setelah itu kami berdua lanjut menuju pos bayangan setelah pos 1 (yaitu: Taman Ageng), disini tidak ada tempat untuk mendirikan tenda karna disini juga masih banyak hewan liar seperti: Bagas, Kijang, Jalak gading, dll..

Di Taman ageng ini kami berdua beristirahat sejenak sambil mengabadikan moment sedikit, setelah merasa cukup akhirnya kami berjalan kembali..

Pos bayangan (Taman Ageng)

Trek dari pos 1 - pos 2 itu cukup enak dan masih sering mendapatkan bonus di jalur.. makanya gak terlalu kelelahan selain jalan kita yang super santai kita juga memang tim siput jadi gak mau cepet² jalannya hehehee...

Setelah berjalan cukup lama dan lumayan menguras tenaga sekitar pukul 11.27 WIB saya dan teman saya sampai di jalur khasnya via ndoro arum nih(Yaitu: Jalur naga), segera saja saya dan teman saya melewati jalur tersebut.. dan waah sensasinya memang beda sekali... jadi saya harus melewati jalur yang lebar jalurnya hanya 1 meter sampai 2 meter saja dan sisi kiri - kanan jalur tersebut adalah jurang bertebing dengan kedalaman kurang lebih 10 sampai 20 meter dengan aliran air yang cukup bikin mati kalau jatuh...

Jalur Khas via ndoro arum (Jalur Naga)

Wah sekali kan?? Setelah cukup lama berjalan menyusuri jalur itu dengan sangat hati-hati saya dan teman saya akhirnya sampai di pos 2 sekitar pukul 13.00 WIB.

Dan teman saya mengajak untuk sejenak beristirahat sambil menikmati kopi hangat disini, okelah... sembari video call di pos 2 karna dari pos 2 - pos 4 itu pasti ada sinyal dan bisa online akhirnya saya dan teman saya iseng mencoba online di WA dan benar saja saya berhasil video call di WA dengan teman saya yg ada di rumah hahahaaa.. sampe akhirnya jiwa pamerku tumbuh  hahahaaa...

Pos 2 (Kayu sawa)

Selang sekitar 1 jam kita berdua istirahat, akhirnya kita berdua kembali bergegas membereskan perlengkapan dan munuju ke pos 3 bayangan. Setelah ngopi dan makan cemilan tenaga kembali terisi dan langsung saja kita di sambut oleh jalur yang nanjak gak di kasih ampun dong karna sepanjang 300 meter ada jalur yang bernama (TJ. Mrongkol) yang treknya masih tanah tapi dengan kemiringan yg cukup bikin kaki mrongkol..

Setelah itu baru kita di hadapkan dengan simpang jalur yaitu jalur lama & jalur baru yang bernama (Ambal 1000).

Jalur via ndoro arum (Ambal 1000)


Oh iya.. disini juga awal mula perasaan gaenak saya muncul tapi saya berusaha menepisnya agar tidak mengganggu pendakian saya nanti. Setelah berjalan cukup lama dengan jalur yang enak dengan kontur jalur yang naik landai-naik landai akhirnya sampai juga di pos 3 bayangan..

Di pos 3 bayangan ini lokasi camp area banyak sekali dan juga luas, disini juga masih banyak sekali burung jalak gading sekitar 100 ekor lebih saya melihat berseliweran terbang kesana kemari...

Sungguh sangat indah bisa melihat burung jalak gading itu, sebuah fauna yang jarang sekali terlihat banyak dan bergerombol, tapi di gunung sindoro ini saya bisa melihatnya langsung dengan mata kepala saya..

Oh iya, setelah sedikit menikmati fauna tersebut saya dan teman saya melanjutkan perjalanan menuju pos 3 dan untuk menuju pos ini jalur mulai miring dan terjal tanpa bonus dengan kontur jalur yang berbatu besar dan kuat. (Seperti jalur gunung ungaran)

Setelah cukup bersusah payah menaiki batu² an langkah demi langkah, akhirnya sekitar pukul 15.33 WIB saya dan teman saya sampai di pos 3 ini. Dan pos 3 ini sama seperti camp area mt. Ungaran bersemak² dengan batu yang besar di sampingnya. Eitss... tapi kalian tidak bisa mendirikan tenda disini karna itu posisi sempit kalau ramai, kalian wajib naik sedikit lagi untuk mencapai camp area pos 3 yang di tandai dengan plang tulisan pos 3 dan pohon yang dibawahnya ada bak penampungan air hujan.

Pos 3 via ndoro arum


Oh iya sobat amatiran, di gunung sindoro via ndoro arum ini tidak ada mata air loh ya disepanjang jalur pendakian. Jadi kalian wajib nambah logistik air agar tidak kekurangan air disini...

Pos 3 (Sunset camp)

Setelah sedikit naik menuju camp area pos 3 kami sejenak berfoto sambil mulai menikmati view sunset dari pos ini, tapi kami berdua ingin mendirikan tenda di pos 4 bayangan. Jadi kami berdua kembali berjalan naik sedikit lebih lama lagi.. sekitar pukul 16.13 WIB kami berdua kembali berjalan menuju pos 4 bayangan karna bisa dikatakan posisi camp terbagus ya disini kalau lagi cerah tak badai...

Tapi kalau badai lebih baik kalian mendirikan tenda di pos 3 bayangan ya guys, karna posisi pos 3 bayangan itu masih banyak sekali pohon besar dan tertutup jadi jika badai tenda kalian lebih aman karna tak terkena angin langsung...

Tapi kalau cuaca sedang bagus, cerah dan juga tidak badai kalian bisa mendirikan tenda di pos 4 bayangan/ pos 4 guys.

Tapi lebih nyaman di pos 4 bayangan karna kontur tanah tidak berbatu, sedangkan di pos 4 kontur tanahnya datar tapi banyak sekali batu² nya... oke, jadi kita berdua akhirnya sampai di pos 4 bayangan sekitar pukul 17.26 WIB. Dan pas!! Kita berdua berhenti dan segera mendirikan tenda di pos 4 bayangan ini.. selain karna kita mencari tempat yang nyaman kita juga ingin sekali menikmati sunset view nya sindoro via ndoro arum ini loh guys..

Dan benar saja, view sunsetnya sangat indah sekali kita bisa melihat dataran tinggi dieng dan kota wonosobo dengan kerlap kerlip lampu kotanya dan juga kita bisa sekali menikmati gagahnya gunung Slamet & gunung Ciremai.

Pos 4 bayangan (Camp area)


Camp area (pos 4 bayangan)

Gak cuma itu, saya dan teman saya juga menikmati indahnya samudra awan meski tidak tebal tapi setidaknya itu mengobati kerinduan ini...

Setelah puas menikmati sunset view saya dan teman saya masuk tenda untuk memasak dan makan malam. Padahal suasana di luar masih indah dengan milkway dan juga bulan purnama sehingga begitu menakjubkan... tapi kami sudah begitu kedinginan jadi ya harus segera masuk tenda dan mulai masak untuk makan malam, dengan menu nasi, tahu goreng dan juga mie goreng wkwk...

Setelah selesai kita berdua berkemas dan melanjutkan untuk tidur cepat karna saya ingin sekali summit pagi-pagi. TAPI.....

Ada suatu kejadian mistis yang terduga pada saat malam itu. Tepat sekitar pukul 22.15 WIB saya meminta ijin teman saya untuk mematikan lampu tenda saat itu dan teman saya mengatan iya.

"Saya: Mas, lampune tak pateni ya ben ngko esuk iso summit gasah?" (Ucapku saat itu sambil memakai sleping bag)

"Mas ponco: Yowes to" (ucapnya singkat karna sudah lelah dan mau tidur)

Setelah lampu saya matikan saya kembali tertidur dan menutup mata, 10 menit kemudian saya membuka mata dan tepat diatas kepala saya melihat tangan perempuan menempel di layer tenda dan tangan itu berwarna hitam dengan kuku panjang²..

Saya kaget karna melihatnya tiba², dengan reflek saya menyenggol teman saya dan berkata dengan sedikit keras. Hehee...

"Saya: Mas... kuwi kog ono tangan nempel ning layer tenda mas? Mas lampune mpakke ya" (ucapku sambik melihat tangan itu tak berkedip)

Dengan cepat dan reflek saya kembali menghidupkan lampu tenda dan tiba² tangan itu sudah tidak ada...

Baguslah kalau begitu ucapku dalam hati saat itu, eeh... selang 5 menit kemudian saya kembali mendengar suara kaki memutari tenda saya (dan yang mendengar hanya saya saja). Pikirku semakin panik ditambah tiba² layeer tenda saya itu di dorong dan bergerak seperti ingin masuk tapi tidak bisa dan paniklah saya melihat semua itu...

Tapi teman saya semakin ketakutan dan panik, karna melihat saya kebingungan dan takut karna tenda gerak² setelah teman saya menengkan diri akhirnya teman saya mencoba meyakinkan saya kalau itu hanyalah bagas. Saya dengan bodohnya percaya saja karna sampah diluar memang lupa tidak saya tutup karna memang saat itu juga ada suara kresek² seperti suara hewan yang sedang mendekat..

Akan tetapi anehnya setelah saya tertidur teman saya kembali mendengar suara ada yang menyiram pasir tepat diatas tenda kita berdua dan layer yang seperti di pegang dan di dorong diduduki itu tetap masih ada sampai pagi..

Sepanjang malam itu saya dan teman saya tidak bisa tidur nyenyak, dan setelah pukul 04.58 WIB suara dan gerakan itu tadi hilang tidak ada, dan saya lamgsung keluar untuk segera memastikan apakah benar itu hewan atau bukan dan benar saya dugaan saya.. itu bukan hewan karna sampah yang kebuka sejak tadi malam itu tetap utuh rapi dan tidak berantakan... hmmmmm.....

Saya tetap berusaha tenang dan tidak ingin berfikir macam² setelah itu saya segera mengajak teman saya untuk summit sekitar pukul 06.37 WIB dan kami mulai summit disepanjang jalan menuju pos 4 kami berdu kembali menikmati view dataran tinggi dieng dan juga tlaga menjer yang indah terlihat dari atas. Dan sebelum sampai di pos 4 teman saya mendengar suara orang berteriak sangat kencang..

"Mas ponco: Luk.... ono wong ning nduwur kyone soale mau aku krungu wong nyeluk i aku i.." (ucapnya begitu ke aku)

"Saya: Ramungkin lah mas, kan jare gak enek sing munggah lewat kene.." (ucapku asal sambil kembali berjalan)

(Pos 4) via ndoro arum


Dan setelah cukup lama sekali berjalan akhirnya saya dan teman saya sampai di pos 4 sekitar pukul 07.33 WIB, lalu saya sejenak mengabadikan moment dan lanjut berjalan menuju puncak..

Jalur yang dilalu mulai terjal dan cukup membuat mikir, terjal dan berbatu sampai saya harus memakai tali untuk menaiki tebing untuk menuju arah puncak dan setelah melewati jalur teesebut cukup lama dan lelah akhirnya saya dan teman saya sampai di jalur landai dan di depan terlihat makam dan petilasan. Lalu saya berjalan menuju makam tersebut karna hati saya tiba² tidak enak dan takut setelah saya mendokan saya kembali permisi dan pamit menuju puncak gunung sindoro via ndoro arum 3153 mdpl...

Petilasan di jalur menuju puncak 3153 Mdpl

Dan setelah puas mengabadikan moment saya dan teman saya menuju ke arah kawah untuk sedikit mengabadikan moment karna saya sampai di puncak sekitar pukul 09.45 WIB dan bau blerang sudah menyengat, ditambah hati saya tidak yakin untuk menyebrangi jalur untuk tersebut akhirnya saya mengurungkan niat untuk menuju puncak sindoro via kledung.

Puncak mt. Sindoro 3153 mdpl via Ndoro arum


Dan saya hanya mengajak teman saya berjalan mengajaknya untuk menuju plang puncak bansari saja..

Puncak Sindoro via Bansari

Oh iya waktu itu tgl (25/08/2021) diatas puncak sindoro dari semua jalur itu kosong tanpa ada pendaki satupun dari berbagai jalur.. padahal beberapa jalur pendakian sudah dibuka sejak 17 agustus kemarin hmmm, mungkin karna posisi weekday jadi ya begitulah...

(Kawah mt. Sindoro via ndoro arum)

Setelah puas keliling puncak saya dan teman saya segera turun dari puncak dan kembali menuju camp area lalu segera bergegas dan makan siang..

Dan sekitar pukul 11.45 WIB saya sampai di camp area selama kurang lebih 2 jam bergegas dan packing semuanya, akhirnya kita berdua turun menuju ke pos 1 lagi...

Yaa... sekitar 3 jam kami berdua turun  akhirnya sampai juga di batas ojeg sekitar pukul 16.15 WIB, dan kami segera menelpon pihak basecamp dan meminta ojeg datang untuk menjemput..

Sekitar pukul 16.24 WIB saya dan teman saya akhirnya sampai dengan selamat dan kami berdua  segera bergegas bersih² lalu sejenak ngopi untuk menghangatkan badan dan sedikit berbincang²..

Oh iya, waktu turun selama perjalanan dari pos 4 bayangan sampai jalur naga saya selalu melihat tepak sepatu baru padahal kata masnya tidak ada pendaki naik maupun turun...

Tapi yaudahlah pas saya nanya masnya ojeg dan basecamp mereka hanya diam tanpa memberi jawaban jelas, dan setelah saya memposting di grup FB ada beberapa orang asli desa banaran dan sekitar kampung tersebut berkata bahwa memang, jalur ndoro arum itu terkenal dengan jalur yg masih lumayan wingit..

Dan jalur tersebut masih termasuk dalam kawasan gunung arum yang masih wingit sekali kata warga sekitar. Tidak heran sih berarti memang benar adanya...

Tapi ya gpplah intinya dimanapun kita berada yang namanya gunung ya tempatnya makhluk dan pasti adaa, selama kita sopan pasti mereka juga akan sopan  kepada kita..

Pokoknya jalur dan view sindoro via ndoro arum menurutku pribadi, mantap, keren dan cepat... bisa jadi rekomendasi hanya saja lokasi basecamp yang masih cukup sulit untuk ditemukan tapi di gmaps sudah ada dan titik kordinat sesui/ akurat kog guys..

Jadi tenang dan jangan sungkan untuk bertanya ke warga sekitar pasti akan dijawab dengan senang hati kog guys..

Terima kasih!!!

Salam lestari...

#JejakAmatiran #EdelweissBackpacker #SKBackpacker #Mt.Sindoro3153MDPL


(Tititt kembali saya ajak di pendakian sindoro kali ini guys)
Dan dia sangat bahagia disepanjang perjalanan loh..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU VIA THEKELAN 2021

  Hari itu minggu 10 oktober 2021. Saya dan ketiga teman saya mulai bersiap - siap berangkat menuju basecamp Thekelan yang berlokasi di kope...